Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Jalan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Senin (10/8/2026)yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Konawe Utara.
Hadir dalam acara ini Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara Herman Sewani, S.H.,, Sekretaris Daerah Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara atau perwakilannya, Kepala OPD terkait, camat, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Konawe Utara.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata mewujudkan kesepakatan kolaborasi berkelanjutan yang telah disepakati pada 13 Mei 2026 lalu, dengan tujuan mengubah PPM dari sekadar kewajiban administratif menjadi instrumen pembangunan yang terukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Utara H. Ikbar menyampaikan rasa syukur karena komitmen yang dibangun bersama tidak hanya berhenti di ruang rapat, melainkan telah berubah menjadi tindakan nyata di lapangan. Beberapa hasil kesepakatan yang telah berjalan antara lain peningkatan Jalan Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya sepanjang 2,6 km, Jalan Poros Molore–Pasir Panjang–Boedingi sepanjang 3,2 km, serta penataan kawasan permukiman Dusun Pancoran Desa Molore Pantai yang mencakup relokasi dan pembangunan sekitar 50 unit rumah lengkap dengan prasarana penunjangnya.
“Angka-angka pembangunan ini bukan sekadar catatan di atas kertas. Di balik satu kilometer jalan yang diperbaiki, ada akses masyarakat yang lebih mudah, hasil kebun yang lebih cepat sampai ke pasar, anak-anak yang lebih aman ke sekolah, pelayanan kesehatan yang semakin dekat, dan biaya logistik yang dapat ditekan. Begitu pula dengan setiap rumah yang dibangun, membawa harapan baru bagi keluarga untuk hidup lebih layak,” ujar H. Ikbar

Bupati Konut tersebut juga menegaskan pentingnya mengembangkan pembiayaan kreatif pembangunan daerah, tanpa menggantikan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen utama.
“Kita harus mampu mengorkestrasi seluruh sumber daya pembangunan, mulai dari APBD, APBN, dukungan provinsi, investasi, hingga PPM dan CSR. Dengan cara ini, satu rupiah APBD dapat menggerakkan manfaat pembangunan yang jauh lebih besar,” jelasnya.
Kepada seluruh perusahaan pertambangan yang hadir, Bupati mengajak untuk naik kelas dari sekadar hubungan regulator dan pelaku usaha, menjadi mitra pembangunan sejati.
“Perusahaan tumbuh berkat sumber daya, wilayah, dan masyarakat Konawe Utara. Maka, pertumbuhan investasi itu harus meninggalkan jejak kemajuan yang nyata. Nanti ketika aktivitas pertambangan telah selesai, kami ingin masyarakat tidak hanya mengingat berapa banyak mineral yang diambil, tetapi mengingat bahwa di masa itu jalan mereka dibangun, desa berkembang, ekonomi hidup, dan kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.

Dalam rakor ini, orang nomor satu di Bumi Oheo tersebut mengajak seluruh pihak untuk menyusun rencana peningkatan jalan strategis yang sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat maupun investasi. Jika satu ruas jalan membutuhkan biaya besar, diharapkan dapat dilakukan secara bergotong royong oleh beberapa perusahaan. Pemerintah daerah akan menyiapkan perencanaan, memastikan kesesuaian teknis dan prioritas, perusahaan berkontribusi melalui PPM, sementara masyarakat berperan menjaga hasil pembangunan.
Paradigma yang ingin dibangun adalah “PPM Terarah, Dampak Terukur”, di mana program tidak lagi berupa kegiatan kecil yang tersebar dan sulit dinilai dampaknya, melainkan dikonsolidasikan menjadi program yang memiliki daya ungkit besar bagi daerah. Bupati juga meminta agar hasil rapat hari ini melahirkan komitmen yang jelas, ruas jalan yang ditangani, pembagian peran dan kontribusi masing-masing pihak, standar teknis, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pengawasan yang dapat dipantau bersama.
“Konawe Utara tidak kekurangan potensi, kita hanya perlu menyatukan kekuatan. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan seiring, hal yang berat akan menjadi ringan, hal yang sulit akan menjadi mungkin,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Bupati Konawe Utara secara resmi menyatakan dibukanya Rapat Koordinasi Peningkatan Jalan melalui Program PPM ini, dengan harapan seluruh upaya bersama membawa Konawe Utara menjadi rumah bersama yang semakin maju dan sejahtera.

