
KONAWE UTARA – Perang terhadap narkotika terus digalakkan di bumi Oheo. Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konawe Utara, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe dan Polres Konawe Utara menggelar seminar strategis mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda tahun 2026. Mengusung tema sentral “War on Drugs”, kegiatan edukatif skala daerah ini dipusatkan di Aula Konasara, Kompleks Perkantoran Bupati Konawe Utara. Acara ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Sekretariat Daerah Konawe Utara, Asripin, S.Pd yang hadir langsung mewakili Bupati Konawe Utara, pada Rabu (13/5/2026)

Dalam pidato pembukaannya, Asripin menekankan bahwa seminar ini menjadi momentum penting sekaligus benteng pertahanan bagi generasi muda dari ancaman zat adiktif. “Seminar ini merupakan langkah nyata dalam upaya preventif Pemda untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kaum muda, agar memahami dampak buruk dan bahaya nyata narkoba. Kita harus sadar bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian atau BNN saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari lingkungan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga atau organisasi sekolah, hingga pemerintah daerah,” tegas Asripin di hadapan forum.

Seminar ini diikuti oleh 71 pelajar utusan dari berbagai SMA/SMK sederajat di Konawe Utara. Kehadiran para pelajar ini dinilai krusial sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekolah masing-masing. Tidak hanya pelajar, antusiasme juga terlihat dari kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang berkomitmen penuh mendukung gerakan bersih narkoba di wilayah mereka.

momen krusial dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala BNNK Konawe ,Kompol H. Bandus Tira Wijaya, A. Md., S. H bersama dengan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konawe Utara, Khiroto Alam Achmad. PKS tersebut mengatur tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Prekursor Gelap Narkotika di wilayah Kabupaten Konawe Utara. Melalui komitmen tertulis ini, KNPI resmi menjadi mitra strategis BNNK dalam mengawal gerakan bersih narkoba hingga ke tingkat kepemudaan di desa-desa.

Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi untuk membedah materi secara komprehensif, KNPI Konut menghadirkan narasumber utama yang ahli di bidang pencegahan dan penegakan hukum, yaitu, Kompol H. Bandus Tira Wijaya, A. Md., S. H (Kepala BNNK Konawe), yang mengupas tuntas strategi pencegahan, rehabilitasi, serta dampak klinis narkoba terhadap masa depan pemuda dan Kasat Resnarkoba Polres Konawa Utara, IPTU Hasdinar, S.H, yang didampingi Kasat Binmas Polres Konawe Utara, Iptu Wawan Gunawan, S.H.memaparkan peta kerawanan wilayah, modus operandi peredaran gelap, serta sanksi hukum berat bagi pelaku tindak pidana narkotika.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para pelajar dan tokoh pemuda memanfaatkan momen ini untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai fenomena narkotika di lingkungan sekitar.Beberapa poin krusial yang mengemuka dalam diskusi tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, pihak BNNK Konawe dan Polres Konawe Utara menegaskan tidak ada ruang untuk narkoba dan siap berada di garis depan untuk melawan peredaran narkotika. Aparat juga mengimbau sekolah untuk memperkuat peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam menyebarkan konten kreatif bermuatan anti-narkoba. Melalui sinergi kepemudaan dan instansi hukum ini, Pemda Konawe Utara berharap angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan generasi emas daerah yang sehat, cerdas, dan berprestasi tanpa narkoba.

Melalui sinergi kepemudaan dan instansi hukum ini, Pemda Konawe Utara berharap angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan generasi emas daerah yang sehat, cerdas, dan berprestasi tanpa narkoba.

