LAWAN KENDALA GEOGRAFIS, BUPATI KONAWE UTARA HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN JEMPUT BOLA DI KEPULAUAN

TAPUNGGAYA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam menjamin hak kesehatan masyarakat di wilayah pesisir dan terpencil terus dibuktikan. Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran daerah, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., meluncurkan terobosan layanan kesehatan Jemput Bola” untuk menjangkau warga di pulau-pulau terluar.

Aksi nyata ini terlihat pada Kamis, 30 April 2026, di Desa Tapunopaka, wilayah kerja Puskesmas (PKM) Tapunggaya. Tim medis bersama kader Posyandu menyeberangi lautan demi memastikan balita, ibu hamil, dan lansia di daerah kepulauan mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Di desa ini, pelayanan difokuskan pada dua titik utama, yakni Posyandu Matahari dan Posyandu Toroguso.

Bupati H. Ikbar menegaskan bahwa kondisi geografis dan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi pelayanan publik. “Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Walaupun anggaran terbatas, inovasi jemput bola ini memastikan tidak ada satu pun warga Konawe Utara yang terabaikan, terutama mereka yang tinggal di pulau-pulau,” ujar H. Ikbar dalam keterangannya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Konawe Utara, Hj. Wisrawati Ikbar. Ia terus mendorong para kader untuk proaktif turun ke lapangan guna menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga melalui penguatan peran Posyandu di tingkat desa.

Kepala Puskesmas Tapunggaya, Jumiyati, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa layanan terpadu ini meliputi semua layanan seluruh siklus hidup mencakup : bayi, balita, remaja, dewasa, lansia. Kami melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian imunisasi, hingga edukasi gizi. “Kami bergerak langsung mendatangi pemukiman warga di dua titik layanan Desa Tapunopaka, yaitu Posyandu Matahari dan Posyandu Toroguso. Semangat kami adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sesuai instruksi Bapak Bupati,” ungkap Jumiyati.

Terobosan ini mendapat apresiasi luas dari warga setempat yang kini merasa lebih diperhatikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kecamatan untuk mendapatkan layanan medis dasar.