RESMIKAN HARI POSYANDU 2026, PEMKAB KONUT OPTIMALKAN 6 STANDAR PELAYANAN MINIMAL UNTUK KESEJAHTERAAN WARGA

Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., didampingi Ibu Wakil Bupati selaku Wakil Ketua TP-PKK sekaligus Wakil Pembina Posyandu Kabupaten Konawe Utara, secara resmi membuka Peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026, Rabu (29/4). Kegiatan besar ini dilaksanakan secara serentak di 22 titik yang tersebar di seluruh kecamatan se-Konawe Utara. Adapun Aula Kantor Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, dipilih sebagai pusat lokus kegiatan utama.

Mewakili Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera dalam sambutannya menegaskan bahwa Posyandu di “Bumi Oheo” kini telah memasuki era baru. Dengan tema “Transformasi Posyandu menuju 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kesehatan,” kegiatan ini menjadi tonggak penguatan sistem layanan publik.

“Posyandu kini hadir semakin komprehensif. Bukan sekadar tempat menimbang bayi, tetapi bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan dasar yang menyentuh seluruh siklus hidup masyarakat,” ujar H. Abuhaera di hadapan para kader dan tamu undangan.

Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara, Askam, S.Sos menyampaikan bahwa Peringatan Hari Posyandu Nasional (HPN) 2026 merupakan momentum untuk menyinergikan data lapangan dengan petunjuk teknis terbaru dari Kemendagri. Beliau menekankan bahwa kesiapan seluruh kader di tingkat desa sangat krusial dalam mengimplementasikan 6 SPM secara efektif. Dinas Kesehatan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan agar layanan kesehatan berbasis masyarakat dapat berjalan lebih profesional dan terukur.

Implementasi 6 SPM Berdasarkan Aturan Baru
Penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini merujuk pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Dalam aturan tersebut, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada urusan kesehatan, melainkan menjadi pusat layanan dasar terintegrasi yang mencakup:

  1. Pendidikan: Mendukung layanan pendidikan anak usia dini dan literasi masyarakat.
  2. Kesehatan: Layanan ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia (siklus hidup).
  3. Pekerjaan Umum dan Perumahan: Terkait akses sanitasi dan air bersih bagi warga.
  4. Sosial: Pendataan dan layanan bantuan sosial bagi warga kurang mampu.
  5. Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat: Edukasi keamanan dan ketertiban lingkungan desa.
  6. Gizi dan Pengendalian Penyakit: Penanganan stunting serta deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Daerah Konawe Utara, Wakil Bupati bersama Ibu Wakil Bupati menyerahkan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi secara simbolis kepada perwakilan ibu balita dan lansia.

Selain bantuan gizi, turut diserahkan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) berupa timbangan digital terbaru dan alat ukur tinggi badan (Antropometri) standar nasional kepada para kader Posyandu Desa Muara Tinobu. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan akurasi data kesehatan warga guna mendukung target penurunan angka stunting di Konawe Utara.

Hadir dalam kegiatan ini unsur Pimpinan OPD, Pemerintah Kecamatan Lasolo, para Kepala Desa, serta Kader Posyandu se-Kecamatan Lasolo. Acara diakhiri dengan peninjauan langsung simulasi pelayanan Posyandu format baru oleh Wakil Bupati beserta rombongan, yang kini mengedepankan pelayanan lebih dekat dan terukur bagi seluruh lapisan masyarakat.