
LASOLO (29/04/2026) – (Pemda) Kabupaten Konawe Utara memperkuat sinergitas bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Asisten III Sekretariat Daerah secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) hari ini di Aula Kantor Kecamatan Lasolo. Kegiatan kolaboratif bersama Badan Pusat Statistik (BPS) ini menyasar tiga lokus utama: Kelurahan Tinobu, Desa Basule, dan Desa Muara Tinobu.Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten III Setda Konawe Utara, Amrun, S.P., M.M., mewakili Bupati Konawe Utara. Dalam sambutannya, Amrun menegaskan pentingnya akurasi data dari tingkat desa sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Acara ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Djunaedy, S.Pd., M.Si, Kepala Bapperida, Dinas BPMD Konawe Utara, serta Camat Lasolo. Hadir pula para Kepala Desa, Lurah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe Utara, Djunaedy, S.Pd., M.Si, menegaskan bahwa program ini adalah langkah konkret menuju integrasi data nasional. “Target utama kita adalah menyukseskan program Satu Data Indonesia. Melalui Desa Cantik, kita ingin memastikan data dari tingkat paling bawah—yaitu desa dan kelurahan—memiliki akurasi tinggi. Dengan data yang valid, perencanaan pembangunan yang disusun oleh Bapperida dan instansi terkait lainnya akan jauh lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Djunaedy.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan piagam pencanangan Desa Cantik secara resmi kepada Lurah Tinobu, Kepala Desa Basule, dan Kepala Desa Muara Tinobu. Penyerahan piagam ini disaksikan langsung oleh para pejabat yang hadir dan tokoh masyarakat sebagai simbol dimulainya pendampingan statistik di wilayah tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Konawe Utara , Muhammad Kadarsah, SP dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aparat desa dalam literasi statistik. “Kami memberikan apresiasi kepada Pemda, khususnya Diskominfo dan instansi terkait, atas kolaborasi ini. BPS akan memberikan pembinaan berkelanjutan agar desa/kelurahan mampu mengolah data secara mandiri. Keterlibatan tokoh masyarakat juga sangat penting untuk memastikan data yang dikumpulkan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari berbagai OPD seperti Bapperida, Diskominfo, dan BPMD, serta pengawasan dari pihak Kecamatan, program Desa Cantik ini diharapkan mampu menjadikan Kabupaten Konawe Utara sebagai pelopor dalam tata kelola data berbasis desa di Sulawesi Tenggara.

runfunc: 0; algolist: 0;
multi-frame: 1;
brp_mask:8;
brp_del_th:0.0000,0.0000;
brp_del_sen:0.1000,0.1000;
motionR: 0;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2621440;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 205.13068;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 43;zeissColor: bright;

